Cha Bong Goon
Dia menendang bola kesana kesini dengan keinginan kuat menjadi pemain bola di liga. Dia memiliki kemampuan berada di posisi tepat dan memiliki kekuatan tendangan hebat. Tapi kehidupannya diluar bola benar-benar penuh masalah, ini disebabkan karena emosinya sehingga ia selalu terlibat perkelahian.
Suatu hari, timnya kena cekal dan karirnya sebagai pemain bola terancam. Kemudian seorang agen olahraga bernama Hae Bin muncul dalam kehidupannya. Permusuhannya dengan Seung Woo memuncak saat keduanya berebut cinta Hae Bin.
Kang Hae Bin
Putri seorang konglomerat yang memiliki tim bola di K-League, juga fans olahraga. Ayahnya mengecewakannya karena memiliki affair dengan sekretarisnya, maka Hae Bin pindah dari rumahnya setelah ia selesai kuliah. Hae Bin kerja sebagai agen pemain bola di perusahaan marketing olahraga.
Dalam industri bola yang didominasi kaum pria, kemampuan Hae Bin diremehkan, karena ia satu-satunya agen cewek. Hae Bin bertemu Cha Bong Goon dan selalu cekcok, tapi perlahan juga mulai muncul perasaan suka dan ia jatuh cinta dengan Bong Goon. Dia menargetkan membuat Cha Bong Goon sebagai pemain bola paling laku.
Jang Seung Woo
Dia diakui sebagai lulusan terbaik dengan nilai tertinggi di universitasnya. Juga orang termuda yang lulus ujian. Seung Woo tidak pernah kalah dalam kompetisi apapun selama hidupnya dan juga punya kepercayaan diri tinggi dengan kemampuannya. Seung Woo dikagumi siapa saja dan ada satu gadis yang dicintainya. Gadis itu adalah Hae Bin.
Tapi ada Cha Bong Goon, pemain bola yang juga mencoba memenangkan hati Hae Bin. Beraninya anak itu! Seung Woo murka apalagi saat ia melihat Hae Bin memandang Bong Goon dengan pandangan sayang.
Oh Yeon Lee
Teman masa kecil Cha Bong Goon dan mereka bersekolah di SD yang sama :) Yeon Lee bekerja sebagai ahli nutrisi tim bola. Dia jatuh hati pada Bong Goon tapi tidak pernah berani mengakui perasaan-nya pada Bong Goon.
Tampilkan postingan dengan label Serial Drama Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serial Drama Korea. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Juli 2010
No Limit (16) FINAL EPISODE
Hae Bin berkata pada Bong Gun bahwa ia akan tetap mempercayai Bong Goon. Seung Woo melihat keduanya berpelukan dan ia jadi semakin kesal. Dong Ho akan dioperasi kakinya di German dan Yeon Yi minta agar Dong Ho kembali saat ia merasa lebih baik.
Seung Woo mencoba memprovokasi Bong Goon, bahwa kecelakaan itu benar – benar disebabkan olehnya. Hae Bin mendengar ini dan ia menemukan kebenarannya.
Dalam pertandingan terakhir, Bong Goon melakukan tendangan dan
memenangkan game.
Bong Goon melakukan perayaan gol dengan Hae Bin. Goooll.....!!!! ale ale ale.... (aduh kalo inget ale2 kok inget Ricky Martin dan why..why..ternyata dia gay...)
Seung Woo mencoba memprovokasi Bong Goon, bahwa kecelakaan itu benar – benar disebabkan olehnya. Hae Bin mendengar ini dan ia menemukan kebenarannya.
Dalam pertandingan terakhir, Bong Goon melakukan tendangan dan
memenangkan game.
Bong Goon melakukan perayaan gol dengan Hae Bin. Goooll.....!!!! ale ale ale.... (aduh kalo inget ale2 kok inget Ricky Martin dan why..why..ternyata dia gay...)
No Limit (15)
Hae Bin datang ke pertandingan bola Bong Goon dan setelah itu mereka makan malam di rumah Bong Goon. Byul dibawa ke RS lagi karena kankernya kambuh. Ae Ja memberikan Bong Goon warisannya, yaitu uang 1 juta dolar. Bong Goon merasa ia tidak bisa menerimanya tapi Ae Ja menghilang.
Yeon Yi berkata pada Hae Bin tentang insiden tabrak lari. Hae Bin merasa tidak enak. Ada berita buruk tentang Bong Goon dan Bong Goon mengumumkan dalam konferensi pers, ia tidak akan menerima uang itu.
Yeon Yi berkata pada Hae Bin tentang insiden tabrak lari. Hae Bin merasa tidak enak. Ada berita buruk tentang Bong Goon dan Bong Goon mengumumkan dalam konferensi pers, ia tidak akan menerima uang itu.
No Limit (14)
Hae Bin dan Bong Goon pergi kencan untuk terakhir kalinya. Hae Bin membelikan banyak barang untuk Bong Goon dan mengajak Bong Gun makan. Kemudian Hae Bin berkata ia ingin putus. Ternyata itu hari ulang tahun Seung Woo dan Hae Bin merasa bersalah karena tidak mengetahuinya. Bong Goon kembali ke tim. Seung Woo berkata pada Bong Goon bahwa ini semua karena Hae Bin, sehingga Bong Goon diterima di tim. Bong Goon kaget.
Seung Woo akhirnya memberanikan diri melamar Hae Bin tapi Hae Bin menolaknya dan ia lari. Di pertandingan bola, Bong Goon mencetak gol dan ia merayakannya untuk Hae Bin.
Seung Woo akhirnya memberanikan diri melamar Hae Bin tapi Hae Bin menolaknya dan ia lari. Di pertandingan bola, Bong Goon mencetak gol dan ia merayakannya untuk Hae Bin.
No Limit (13)
Bong Goon akhirnya bisa melihat isi rumah Hae Bin. Bong Goon juga menolak perasaan Yeon Yi. Seorang agen yang tidak suka dengan Bong Goon ingin balas dendam dengan Bong Goon. Seung Woo juga memprovokasi Bong Gun. Bong Goon akhirnya memukul Seung Woo dan Bong Goon dikeluarkan. Dong Ho mencoba membunuh dirinya sendiri. Bong Goon memohon maaf. Hae Bin mencoba menghibur Bong Goon dan kemudian Hae Bin mengunjungi ayahnya dan ia mohon agar ayahnya membawa Bong Goon kembali.
No Limit (12)
Bong Goon menerima tawaran untuk masuk ke Liga Jepang (wah ketemu Tsubasa dong hahaha). Dong Ho dibawa ke RS dan ia tahu bahwa ia tidak akan bisa main bola lagi. Yeon Yi bohong pada Hae Bin dan berkata bahwa Bong Goon ingin pergi ke Liga Jepang. Hae Bin dan Bong Goon jadi salah paham karena Yeon Yi..
Shooting Star akhirnya bisa mengadakan fans club meeting dengan Bong Goon. Hae Bin juga ikut serta. Bong Goon dan Hae Bin akhirnya berbaikan kembali.
Shooting Star akhirnya bisa mengadakan fans club meeting dengan Bong Goon. Hae Bin juga ikut serta. Bong Goon dan Hae Bin akhirnya berbaikan kembali.
No Limit (11)
Bong Goon mengubah penampilannya ckckck keren juga ternyata..:) Di hari ia libur, dia bertemu Yeon Yi dan Yeon Yi berkata pada Bong Goon bahwa dia tidak suka pada Hae Bin. Hae Bin melihat Seung Woo dan Seung Woo berterima kasih pada Hae Bin karena sudah datang dalam hidupnya. Ae Ja mengajak Bong Goon belanja dan membelikan Bong Goon setelan. Ae Ja menyuruh Bong Goon pergi kencan dengan Hae Bin.
Bong Goon mengajak Hae Bin makan di restoran mewah dan Seung Woo melihat mereka. Setelah itu, Yeon Yi mengaku pada Bong Goon, kalau ia mencintai Bong Goon dan minta Bong Goon menjawabnya jika Bong Goon sudah memikirkannya.
Bong Goon ada di pertandingan bola dan berhasil mencetak 2 gol. Di gol ke-2, ia tanpa sengaja melukai Dong Ho.
Bong Goon mengajak Hae Bin makan di restoran mewah dan Seung Woo melihat mereka. Setelah itu, Yeon Yi mengaku pada Bong Goon, kalau ia mencintai Bong Goon dan minta Bong Goon menjawabnya jika Bong Goon sudah memikirkannya.
Bong Goon ada di pertandingan bola dan berhasil mencetak 2 gol. Di gol ke-2, ia tanpa sengaja melukai Dong Ho.
No Limit (10)
Bong Goon bermain bagus di pertandingan latihan dan para reporter mulai memperhatikan Bong Goon.
Bong Goon minta Hae Bin membantunya mengambil hadiah ulang tahun untuk adiknya, Byul. Seung Woo memberikan hadiah untuk Hae Bin karena ini hari ulang tahunnya dan Hae Bin tidak ingin seorang pun tahu. Dong Ho mengajak Yeon Yi kencan, dan saat mereka kencan, Yeon Yi menolak Dong Ho. Bong Goon dan Hae Bin mengikuti lomba nyanyi (Kdrama klise, pasti ada game utk pasangan, kebetulan ini Yun Ho DBSK, masa kalah sih..) dan benar saja..Hae Bin menang. Bong Goon di rumah, menikmati pesta Ultah Byul dan ia tahu kalau ternyata Hae Bin juga ulang tahun hari ini. Bong Goon bergegas keluar dan mencari Hae Bin. Bong Goon membelikan Hae Bin hadiah dan Hae Bin tersentuh. Bong Goon terpilih bermain dalam pertandingan bola berikutnya.
Bong Goon minta Hae Bin membantunya mengambil hadiah ulang tahun untuk adiknya, Byul. Seung Woo memberikan hadiah untuk Hae Bin karena ini hari ulang tahunnya dan Hae Bin tidak ingin seorang pun tahu. Dong Ho mengajak Yeon Yi kencan, dan saat mereka kencan, Yeon Yi menolak Dong Ho. Bong Goon dan Hae Bin mengikuti lomba nyanyi (Kdrama klise, pasti ada game utk pasangan, kebetulan ini Yun Ho DBSK, masa kalah sih..) dan benar saja..Hae Bin menang. Bong Goon di rumah, menikmati pesta Ultah Byul dan ia tahu kalau ternyata Hae Bin juga ulang tahun hari ini. Bong Goon bergegas keluar dan mencari Hae Bin. Bong Goon membelikan Hae Bin hadiah dan Hae Bin tersentuh. Bong Goon terpilih bermain dalam pertandingan bola berikutnya.
No Limit (9)
Bong Goon dan Hae Bin hampir saja tertangkap ketika bersama di ruang loker, tapi Yeon Yi menyelamatkan mereka. Dong Ho datang ke cafe sup kentang milik ibu Yeon Yi. Lutut Dong Ho yang terluka semakin memburuk selama pertandingan bola dan ia gagal membuat gol, sehingga tim-nya kalah.
Hae Bin mengetahui ternyata Byul (adik Bong Gun) sakit kanker (oh tidak..Kdrama klise lagi, anak2 dijadikan sakit.). Ae Ja memperbaharui surat wasiatnya. Bong Goon mulai bangkit lagi dan ia terpilih main di pertandingan latihan.
Hae Bin mengetahui ternyata Byul (adik Bong Gun) sakit kanker (oh tidak..Kdrama klise lagi, anak2 dijadikan sakit.). Ae Ja memperbaharui surat wasiatnya. Bong Goon mulai bangkit lagi dan ia terpilih main di pertandingan latihan.
No Limit (8)
Bong Goon kembali ke team-nya dan ia bertemu dengan temannya, Maxim. Hae Bin berterima kasih pada Yeon Yi untuk semua yang sudah ia lakukan untuknya. Hae Bin marah dengan Seung Woo dan merasa ia tidak bisa mempercayai Seung Woo lagi. Bong Goon punya fans club baru, shooting star dan fans club nya datang mengunjungi Bong Goon di agensi. Hae Bin datang dan membawa hadiah untuk Bong Goon. Bong Goon membawa Hae Bin masuk ke sebuah ruangan gelap.
No Limit (7)
Bong Goon dan bibi Ae Ja mencoba melarikan diri dari RSJ tapi saat mereka istirahat, mereka tertangkap! Tepat setelah Bong Goon hilang dari RSJ, Hae Bin datang mencarinya. Hae Bin bertemu dengan Batman teman Bong Goon dan Hae Bin menunggu Bong Goon di luar.
Bong Goon kembali ke RSJ, dia ada di ruangannya ketika tiba-tiba bangunannya runtuh. Semua pasien dievakuasi keluar, Bong Goon kembali ke dalam untuk menyelamatkan bibi Ae Ja.
Hae Bin mengikuti Bong Goon dan Ae Ja ke RS dan Bong Goon kembali ke rumah.
Bong Goon kembali ke RSJ, dia ada di ruangannya ketika tiba-tiba bangunannya runtuh. Semua pasien dievakuasi keluar, Bong Goon kembali ke dalam untuk menyelamatkan bibi Ae Ja.
Hae Bin mengikuti Bong Goon dan Ae Ja ke RS dan Bong Goon kembali ke rumah.
No Limit (6)
Di RSJ, Bong Goon mencoba lari dan ia terluka beberapa kali. Disana ia berteman dengan seorang bibi tua bernama Ae Ja. Hae Bin mengunjungi Boon Goon. dan meninggalkan hadiah dan cacatan.
Yeon Yi membaca cacatan itu dan ia sadar Boon Goon hilang lagi. Tidak seorang pun tahu dimana Boon Goon. berada. Akhirnya Bong Goon ingat lagi dan sadar bahwa ia ada dalam situasi sulit.
Yeon Yi membaca cacatan itu dan ia sadar Boon Goon hilang lagi. Tidak seorang pun tahu dimana Boon Goon. berada. Akhirnya Bong Goon ingat lagi dan sadar bahwa ia ada dalam situasi sulit.
No Limit (5)
Dalam usaha menyelamatkan Hae Bin, Bong Goon terluka dan ia dibawa ke Rumah Sakit, dia tidak sadar dan sepertinya tidak ada harapan. Hae Bin sedih sekali dan shock, ia tidak percaya dan Bong Goon mulai sadar lalu membuka matanya.ia hidup! Hae Bin senang sekali dan ia sangat gembira melihat Bong Goon bangun… tapi ternyata Bong Goon kena amnesia.
Yeon Yi sangat mencemaskan Boon Goon. Hae Bin menceritakan semuanya, YeonYi berkata agar Hae Bin tidak pernah datang ke sini lagi. Seung Woo juga senang karena Bong Goon terluka. Bong Goon berteman dengan Batman. Karena Batman, Bong Goon dibawa ke RSJ.
Yeon Yi sangat mencemaskan Boon Goon. Hae Bin menceritakan semuanya, YeonYi berkata agar Hae Bin tidak pernah datang ke sini lagi. Seung Woo juga senang karena Bong Goon terluka. Bong Goon berteman dengan Batman. Karena Batman, Bong Goon dibawa ke RSJ.
No Limit (4)
Bong Goon diizinkan menghadiri pertandingan bola dengan pemain lainnya dan ia menghubungi semua orang. Pengacara Seoung Woo Tanya pada Hae Bin apa mereka bisa kencan secara resmi. Tapi Seung Woo terganggu ketika Hae Bin menyadari bahwa Bong Goon ada di pertandingan pertamanya. Bong Goon dapat kesempatan main tapi berakhir dengan cepat dan ia dapat kartu merah! Hae Bin mencoba menghibur Bong Goon, tapi justru bertengkar lagi.
Bong Goon ingin minta maaf pada Hae Bin keesokan harinya, tapi ia tidak bisa karena Hae Bin diculik!
Bong Goon ingin minta maaf pada Hae Bin keesokan harinya, tapi ia tidak bisa karena Hae Bin diculik!
No Limit (3)
Bong Goon sekarang resmi menjadi FC Soul dan pindah ke asrama dimana ia bertemu pemain bola lainnya. Mereka berkata pada Bong Goon, bahwa alasan ia disini dia jadi satu paket dalam perjanjian dengan Lee Dong Ho. Bong Goon menemui Hae Bin dan mereka bertengkar.
Hae Bin berusaha keras untuk mengamankan posisi Bong Goon di dalam team, ia juga menyanyi, menari-nari dan bahkan mabuk. Sepanjang malam Bong Goon menjaga Hae Bin dan mereka akrab. Hae Bin bangun keesokan paginya dan ternyata dia ada di rumah Bong Goon.
Hae Bin berusaha keras untuk mengamankan posisi Bong Goon di dalam team, ia juga menyanyi, menari-nari dan bahkan mabuk. Sepanjang malam Bong Goon menjaga Hae Bin dan mereka akrab. Hae Bin bangun keesokan paginya dan ternyata dia ada di rumah Bong Goon.
No Limit (2)
Hae Bin akhirnya bertemu dengan Bong Goon tapi Bong Goon sangat keras kepala dan menolak main bola lagi kecuali terpaksa. Hae Bin sangat kecewa dan ia mabuk. Bong Goon mencarinya. Hubungan mereka menjadi dekat tapi rumit. Bong Goon mencoba bermain bola lagi dan ia merasa tidak akan berhasil, ketika Hae Bin datang dengan berita bahwa Bong Goon adalah pemain berikutnya dalam K-League.
No Limit (1)
Adegan dibuka dengan sebuah mobil yang ternyata dikendarai oleh Hae Bin, Salip dan Bong Goon berusaha menolongnya. Mobil itu menabrak jembatan itu dan hampir terjun ke sungai.
Bong Goon berteriak dan minta Hae Bin tenang. Singkat cerita, Hae Bin berhasil keluar dengan selamat tapi mobilnya beserta Bong Goon terjun ke sungai.
Setelah itu Bong Goon menghadapi tim sepak bolanya dicekal dan ia kesal, ia bersumpah tidak akan bermain bola lagi. Ada yang lucu, ketika Bong Goon turun dari bis mau pulang, ia melihat postur Park Ji Sung, pemain bola yang merumput di MU, Bong Goon memarahi poster Park dan Tanya apa pelatih Ferguson baik padanya ? sebenarnya Bong Goon sangat ingin seperti Park Ji Sung.
Yeon Yi berjalan bersama Bong Goon ke rumah dan menghiburnya. Ibu Yeon Yi tidak suka Yeon Yi terus bersama Bong Goon.
Orang Tua Hae Bin menyuruhnya untuk berkencan dengan pengacara Jang Seung Woo, tapi Hae Bin tidak tertarik.
Hae Bin melihat bakat Bong Goon dan memutuskan untuk mancarinya. Bong Goon tidak di rumahnya tapi kerja di tempat lain. Hae Bin dan Bong Goon bertemu pertama kali di jalan dan Bong Goon menyelamatkannya. Hae Bin menyadari bahwa orang yang telah membantunya itu adalah orang yang sama yang ia cari.
Bong Goon berteriak dan minta Hae Bin tenang. Singkat cerita, Hae Bin berhasil keluar dengan selamat tapi mobilnya beserta Bong Goon terjun ke sungai.
Setelah itu Bong Goon menghadapi tim sepak bolanya dicekal dan ia kesal, ia bersumpah tidak akan bermain bola lagi. Ada yang lucu, ketika Bong Goon turun dari bis mau pulang, ia melihat postur Park Ji Sung, pemain bola yang merumput di MU, Bong Goon memarahi poster Park dan Tanya apa pelatih Ferguson baik padanya ? sebenarnya Bong Goon sangat ingin seperti Park Ji Sung.
Yeon Yi berjalan bersama Bong Goon ke rumah dan menghiburnya. Ibu Yeon Yi tidak suka Yeon Yi terus bersama Bong Goon.
Orang Tua Hae Bin menyuruhnya untuk berkencan dengan pengacara Jang Seung Woo, tapi Hae Bin tidak tertarik.
Hae Bin melihat bakat Bong Goon dan memutuskan untuk mancarinya. Bong Goon tidak di rumahnya tapi kerja di tempat lain. Hae Bin dan Bong Goon bertemu pertama kali di jalan dan Bong Goon menyelamatkannya. Hae Bin menyadari bahwa orang yang telah membantunya itu adalah orang yang sama yang ia cari.
Minggu, 04 Juli 2010
Boys Before Flower (25) FINAL EPISODE
Pagi2 sekali Jan Di menaruh lunch box di samping tempat tidur Jun Pyo dengan bercanda Jan Di "memantrainya" : Abra kadabra buatlah Jun Pyo mengingat Jan Di..:) Tak lama Yoo Mi masuk ke kamar Jun Pyo. Jun Pyo terbangun dan melihat lunch box itu. Jun Pyo tanya apa itu, Yoo Mi membukanya dan voila...Jun Pyo's rice komplit. Jun Pyo seperti teringat sesuatu dan saat dia mencoba telur gulung dia mengingat suatu kenangan yang menyenangkan. Jun Pyo tanya apa ini bikinan Yoo Mi, dan Yoo Mi mengiyakan (hiihh..ini anak..) Sesuatu yang harus kuingat itu kau kan..?
F2 makan siang di restaurant bubur yang membuat Jan Di dan Ga Eul memandang mereka dengan penuh tanda tanya. Kemudian mereka memberikan kabar gembira : Jun Pyo sudah pulang. Jan Di meloncat gembira dan langsung menuju rumah Jun Pyo.
Yi Jung dan Ga Eul berjalan belakangan. Yi Jung ingin mengatakan dua hal pada Ga Eul, pertama kabar buruk dan kemudian kabar baik. Yi Jung mengawali dari berita buruk, Dia akan pergi ke luar negeri selama 4 atau 5 tahun. Berita baiknya : Kalau aku kembali, kau yang akan pertama kali kutemui. Itu kalau kau belum menemukan soulmate-mu. Bukan pernyataan cinta sih, tapi tentu saja Ga Eul sangat senang.
Karena ingin segera bertemu Jun Pyo, Jan Di langsung masuk ke kamar Jun Pyo dan bertemu Yoo Mi di sana. Mereka sedang melihat bintang. Jun Pyo bilang Ji Hoo tidak disini dan seharusnya Jan Di menjaga pacarnya. Yoo Mi mengundang Jan Di masuk dan menawarkan teh. Melihat Jun Pyo yang tampak akrab dengan Yoo Mi, Jan Di merasa tidak enak dan permisi pergi. Yoo Mi menyusul Jan Di dan berkata : Orang yang seharusnya diingat oleh kak Jun Pyo itu adalah kau kan ? Yoo Mi menghibur Jan Di bahwa dia akan membantu Jun Pyo mengingat Jan Di. Tapi saat Jan Di mengintip ke dalam, Yoo mi tidak menepati janjinya.
Jan Di marah dan pergi keluar dan ..menabrak Ji Hoo. Ji Hoo berkata : Jangan melarikan diri. Ji Hoo menarik Jan Di untuk masuk : Kau tidak dapat disingkirkan seperti ini. Tapi apa yang mereka lihat membuat hati Jan Di semakin sakit. Jun Pyo dan Yoo Mi tertidur di sofa dengan mesranya.
Jan Di berkata pada Ji Hoo bahwa dia dan Jun Pyo sudah berakhir. Ji Hoo tidak terima, aku tidak dapat membiarkan kalian berdua putus dengan alasan yang konyol seperti ini. Ini bukan tentang Yoo Mi, pada akhirnya Geum Jan Di dan Gu Jun Pyo hanya sampai di sini.
Keesokan hari, Yoo Mi membuatkan satu kotak makan siang untuk Jun Pyo. saat mencoba telur gulung, Jun Pyo merasa rasanya tidak seperti yang diingatnya. Jun Pyo merasa ada yang salah, Jun Pyo berkata dengan frustrasi : Jan Di gadis rumput liar itu, ada sesuatu..aku tidak dapat melupakan ekspresinya. Yoo Mi tersinggung dan merasa Jun Pyo terlalu kejam kepadanya padahal dia yang selama ini disisinya (oh..come on)
Jun Pyo dan Yoo Mi mengadakan pesta perpisahan di pinggir kolam renang. Mereka akan belajar ke Amerika bersama. Yoo Mi menemui Jan Di dan mengatakan bahwa dia sudah berusaha membuat Jun Pyo mengingat Jan Di kembali dan hasilnya Jun Pyo tidak dapat mengingatnya. Maaf tapi aku menyukai Jun Pyo juga demikian pula sebaliknya. Kami tidak mampu menguasai hati kami.
Ji Hoo mengajak Jan Di ke pinggir kolam, saat Ji Hoo pergi untuk mengambilkan Jan Di minuman, Jun Pyo berjalan ke arah Jan Di. Melihat Jan Di, Jun Pyo berbalik. Jan Di bertanya apakah Jun Pyo ingat kalung yang dia pegang. Jun Pyo melihatnya dan bertanya bagaimana aku bisa mengetahuinya. Jan Di mengembalikan kalung itu kepada Jun Pyo. Kata Jun Pyo : Mengapa aku harus mengambil barang seperti itu, kalau kau tidak suka buang saja. Baik, kata Jan Di yang langsung melemparkan kalung itu ke kolam.
Jan Di : "Gu Jun Pyo, aku akan bertanya satu hal lagi. Apakah kau bisa berenang?"
Jun Pyo : "Berenang ? Aku tidak berenang."
Jan Di : "Kau tidak berenang atau tidak bisa ?"
Jun Pyo : "Aku punya kenangan buruk saat kecil jadi aku tidak belajar berenang."
Jan Di : "Tidak. Kau bisa berenang."
Jan Di : "Kau hampir tidak takut pada apapun, tapi kau takut pada serangga. Kau idiot yang berpikir lebih baik semua rusukmu hancur daripada melihat jari pacarmu terluka. Kau orang bodoh yang tidak dapat membedakan kata privacy dan pride. Kau bilang kau benci anak - anak tapi kau ingin melihat bintang bersama anak lelakimu. Kau orang kesepian yang penuh dengan cinta."
Jun Pyo bingung : Apa yang kau inginkan ?
Kata Jan Di : Panggil namaku..setelah itu dia berjalan mundur dan menjatuhkan badannya ke kolam. Tubuh Jan Di sekaku papan saat membentur permukaan air..so beautiful.
Di dasar kolam, Jan Di memungut kalung Jun Pyo. Tapi tidak muncul ke permukaan. Jun Pyo shock dan membeku, kemudian sebuah ingatan muncul. Dia teringat saat Jan Di hampir tenggelam dan kemudian dia berbisik ..Jan Di. Setelah itu dia berteriak ...JAN DI..! Lalu dia berlari ke kolam dan mulai menyelam.
Jun Pyo meraih Jan Di yang pingsan dan membawanya ke permukaan. Dengan panik menerapkan CPR dan saat Jan Di sadar dia bertanya : Sekarang kau ingat ? Jun Pyo meminta maaf dan memeluknya. Jan Di meminta Jun Pyo memanggil namanya lagi dan dia lega. Yoo Mi berjalan pergi.
Kemudian semua kembali normal, Jun Pyo membujuk Jan Di untuk menghadiri wisuda sekolah. Jan Di menolak. Jun Pyo mengajak Jan Di kencan dan seperti yang dulu ada suara motor yang keras jadi ada sebagian pesan yang hilang. Jun Pyo berkata : kalau sampai terlambat, kau benar2 mati.
Jan Di tidak berniat datang ke wisuda, tapi tiba2 sebuah limousine mendekat(kiriman Jun Pyo) dan beberapa orang meminta Jan Di masuk dan mengantarnya ke pesta perpisahan. Di pesta, Jan Di berdansa dengan Woo Bin, Yi Jung, dan kemudian Ji Hoo. Jan Di : Aku seperti Alice in Wonderland, apakah dia tahu dia bagaikan solaris bagiku. Dia benar2 kiriman dari Surga. Aku tidak mungkin dapat melupakannya. Kau adalah soulmateku, Ji Hoo sunbae terima kasih. Saat Jun Pyo tidak muncul, F3 heran. Jan di ingat dan segera ke menara Namsan.
Jun Pyo sudah menunggu di sana. Bukankah aku sudah bilang kau akan mati kalau terlambat ? Tapi Jun Pyo tidak marah, dia menjentikkan jarinya dan lampu2 menyala di menara Namsan. Kalian F4 benar2 pintar berbuat seperti ini kata Jan Di kagum. Jun Pyo bilang ini cuma hal kecil.
Jun Pyo mengajak Jan Di ke mobil gantung dan Jan Di menunjuk ke arah tulisan Jun Pyo di dinding mobil. Ini benar2 memalukan, aku tidak dapat menikah sekarang karena ini. Jun Pyo tidak merasa ada masalah. Kalau begitu menikah saja denganku. Jun Pyo dengan bangga berkata kepada yang lain : Sekarang kau tidak dapat menikah (maksudnya Jan Di tdk mungkin menikah karena sudah bermalam dg Jun Pyo di cable car) Jun Pyo serius : Ayo kita menikah. Aku akan ke Amerika, kau ikutlah denganku. Aku akan mencoba memimpin ShinHwa, kalau tidak berhasil aku yang akan menutupnya dengan tanganku sendiri.
Jan Di tidak dapat menerimanya begitu saja. Saat aku ke Macau, aku pergi karena keinginanku sendiri. Seperti dirimu, aku juga mempunyai impianku dan keinginanku sendiri. Aku juga harus mengejar mimpiku. Jadi pergi dan kembalilah. Saat kau kembali sebagai pria sejati, aku akan mempertimbangkan lamaranmu. Itu bukan penolakan, mereka menjadi lebih santai dan Jun Pyo berkata : Hei, kau yakin..kalau kau kehilangan diriku kau akan menyesal. Jan Di menjawab : Kau yang akan menyesal kalau kehilangan diriku. Jun Pyo mengakuinya : Benar, aku pasti akan menyesal sampai mati. Kemudian mereka berciuman.
Then..Four Years Later
Ga Eul berjalan ke tempat kerjanya dan melihat tayangan TV di jalan. Ternyata Gu Jun Pyo sedang diinterview oleh TV Korea karena prestasinya sebagai Manager Direktur ShinHwa. Jun Pyo berhasil menjadi headline majalah financial. Reporter mulai bertanya masalah pribadi, apakah Jun Pyo tidak kesepian. Jun Pyo bertanya apakah ini masalah cinta ? Reporter sempat terkejut dengan keterbukaan Jun Pyo. Kata Jun Pyo : Tentu saja aku pernah merasa kesepian tapi karena janji yang kubuat dengan seseorang aku bisa bertahan.
Mama Kang (akhirnya aku memanggilnya Mama) melihat dengan perasaan bangga, dia melihat TV dengan suaminya yang sudah mulai sehat.
Jun Hee juga melihat dari kantornya di...ruang Kepala Sekolah ShinHwa. Wow..
Yi Jung pulang dari luar negeri dan langsung menuju ke sebuah TK. Ternyata itu tempat kerja Ga Eul yang baru. Dia tersenyum melihat Ga Eul mengajar anak2 TK membuat tembikar. Yi Jung : Kau masih saja menekan tanganmu dengan keras. Ga Eul terkejut sekaligus senang Yi Jung datang. Seorang anak bertanya : Paman, apakah Paman baru datang dari luar negeri? Dari Swedia ya ? Yi Jung heran bagaimana anak itu bisa mengetahuinya. saat Yi Jung mengiyakan, anak lain langsung berkata : Ah..Paman ini pacar Ibu Guru yang langsung membuat Ga Eul menutup mulut anak itu. Yi Jung benar2 menikmati moment yang menyenangkan ini.
Seseorang masuk ke ruang praktek Dokter Yoon dan mengambil stetoskop di meja Dokter Yoon. Pagi itu Jan Di berlari mengejar bus tour. Ternyata Jan Di berhasil menjadi mahasiswa Kedokteran. Saat di bus, seniornya memarahinya karena selalu terlambat dan membuat masalah. Jan Di minta maaf dan duduk di bangku paling belakang. Seseorang tidur di sampingnya, tiba2 orang itu berkata : Kau dapat masalah lagi ya? Saat orang itu membuka topi, ternyata dia Yoon Ji Hoo.
Ji Hoo dan Jan Di masuk Kedokteran ShinHwa, Ji Hoo sudah di tahun terakhir dan cukup sukses tapi seperti biasa Jan Di agak mengkhawatirkan. Mereka pergi untuk field trip pengobatan gratis. Ji Hoo bertanya tentang kuliah Jan Di yang dijawab dengan penuh keluh kesah.
Kata Jan Di : Aku tidak dapat meminta kakak untuk membantuku karena kakak sudah mau lulus. Kata Ji Hoo : Kalau aku harus mengulang lagi untuk membantumu, aku mau. (Ha..masih usaha juga Ji Hoo ini he..he)
Tapi percakapan mereka terganggu oleh deru helikopter yang keras yang membuat debu beterbangan. Tiba-tiba : Hei..orang biasa.! Apa kau mendengarku..hei Geum Jan Di .. Ternyata Gu Jun Pyo, dia berteriak dengan loud speaker dan menyuruh Jan Di menemuinya di pantai.
Saat Jan Di tiba di pantai, dia melihat Jun Pyo berdiri. Awalnya Jan Di ragu-ragu apa kau benar Gu Jun Pyo. Jun Pyo : "Bebek buruk rupa kalau memakai baju putih bisa juga menjadi bangau putih (maksudnya angsa..olok-olok khas Jun Pyo)." Jan Di benar-benar yakin itu Jun Pyo. Kau benar-benar Gu Jun Pyo lalu mendekatinya. Jun Pyo memeluk Jan Di dan berkata : Aku sangat merindukanmu sampai mau mati rasanya. Kemudian Jun Pyo berlutut dan mengeluarkan cincin : Geum Jan Di, menikahlah denganku.
Tentu saja saat itu ada suara2 yang mengganggu mereka : Ji Hoo : "Aku keberatan dengan lamaran itu." Yi Jung : "Aku juga."
Woo Bin : "Aku juga, kalian berdua tidak dapat bersepakat tanpa persetujuan kami."
T A M A T
F2 makan siang di restaurant bubur yang membuat Jan Di dan Ga Eul memandang mereka dengan penuh tanda tanya. Kemudian mereka memberikan kabar gembira : Jun Pyo sudah pulang. Jan Di meloncat gembira dan langsung menuju rumah Jun Pyo.
Yi Jung dan Ga Eul berjalan belakangan. Yi Jung ingin mengatakan dua hal pada Ga Eul, pertama kabar buruk dan kemudian kabar baik. Yi Jung mengawali dari berita buruk, Dia akan pergi ke luar negeri selama 4 atau 5 tahun. Berita baiknya : Kalau aku kembali, kau yang akan pertama kali kutemui. Itu kalau kau belum menemukan soulmate-mu. Bukan pernyataan cinta sih, tapi tentu saja Ga Eul sangat senang.
Karena ingin segera bertemu Jun Pyo, Jan Di langsung masuk ke kamar Jun Pyo dan bertemu Yoo Mi di sana. Mereka sedang melihat bintang. Jun Pyo bilang Ji Hoo tidak disini dan seharusnya Jan Di menjaga pacarnya. Yoo Mi mengundang Jan Di masuk dan menawarkan teh. Melihat Jun Pyo yang tampak akrab dengan Yoo Mi, Jan Di merasa tidak enak dan permisi pergi. Yoo Mi menyusul Jan Di dan berkata : Orang yang seharusnya diingat oleh kak Jun Pyo itu adalah kau kan ? Yoo Mi menghibur Jan Di bahwa dia akan membantu Jun Pyo mengingat Jan Di. Tapi saat Jan Di mengintip ke dalam, Yoo mi tidak menepati janjinya.
Jan Di marah dan pergi keluar dan ..menabrak Ji Hoo. Ji Hoo berkata : Jangan melarikan diri. Ji Hoo menarik Jan Di untuk masuk : Kau tidak dapat disingkirkan seperti ini. Tapi apa yang mereka lihat membuat hati Jan Di semakin sakit. Jun Pyo dan Yoo Mi tertidur di sofa dengan mesranya.
Jan Di berkata pada Ji Hoo bahwa dia dan Jun Pyo sudah berakhir. Ji Hoo tidak terima, aku tidak dapat membiarkan kalian berdua putus dengan alasan yang konyol seperti ini. Ini bukan tentang Yoo Mi, pada akhirnya Geum Jan Di dan Gu Jun Pyo hanya sampai di sini.
Keesokan hari, Yoo Mi membuatkan satu kotak makan siang untuk Jun Pyo. saat mencoba telur gulung, Jun Pyo merasa rasanya tidak seperti yang diingatnya. Jun Pyo merasa ada yang salah, Jun Pyo berkata dengan frustrasi : Jan Di gadis rumput liar itu, ada sesuatu..aku tidak dapat melupakan ekspresinya. Yoo Mi tersinggung dan merasa Jun Pyo terlalu kejam kepadanya padahal dia yang selama ini disisinya (oh..come on)
Jun Pyo dan Yoo Mi mengadakan pesta perpisahan di pinggir kolam renang. Mereka akan belajar ke Amerika bersama. Yoo Mi menemui Jan Di dan mengatakan bahwa dia sudah berusaha membuat Jun Pyo mengingat Jan Di kembali dan hasilnya Jun Pyo tidak dapat mengingatnya. Maaf tapi aku menyukai Jun Pyo juga demikian pula sebaliknya. Kami tidak mampu menguasai hati kami.
Ji Hoo mengajak Jan Di ke pinggir kolam, saat Ji Hoo pergi untuk mengambilkan Jan Di minuman, Jun Pyo berjalan ke arah Jan Di. Melihat Jan Di, Jun Pyo berbalik. Jan Di bertanya apakah Jun Pyo ingat kalung yang dia pegang. Jun Pyo melihatnya dan bertanya bagaimana aku bisa mengetahuinya. Jan Di mengembalikan kalung itu kepada Jun Pyo. Kata Jun Pyo : Mengapa aku harus mengambil barang seperti itu, kalau kau tidak suka buang saja. Baik, kata Jan Di yang langsung melemparkan kalung itu ke kolam.
Jan Di : "Gu Jun Pyo, aku akan bertanya satu hal lagi. Apakah kau bisa berenang?"
Jun Pyo : "Berenang ? Aku tidak berenang."
Jan Di : "Kau tidak berenang atau tidak bisa ?"
Jun Pyo : "Aku punya kenangan buruk saat kecil jadi aku tidak belajar berenang."
Jan Di : "Tidak. Kau bisa berenang."
Jan Di : "Kau hampir tidak takut pada apapun, tapi kau takut pada serangga. Kau idiot yang berpikir lebih baik semua rusukmu hancur daripada melihat jari pacarmu terluka. Kau orang bodoh yang tidak dapat membedakan kata privacy dan pride. Kau bilang kau benci anak - anak tapi kau ingin melihat bintang bersama anak lelakimu. Kau orang kesepian yang penuh dengan cinta."
Jun Pyo bingung : Apa yang kau inginkan ?
Kata Jan Di : Panggil namaku..setelah itu dia berjalan mundur dan menjatuhkan badannya ke kolam. Tubuh Jan Di sekaku papan saat membentur permukaan air..so beautiful.
Di dasar kolam, Jan Di memungut kalung Jun Pyo. Tapi tidak muncul ke permukaan. Jun Pyo shock dan membeku, kemudian sebuah ingatan muncul. Dia teringat saat Jan Di hampir tenggelam dan kemudian dia berbisik ..Jan Di. Setelah itu dia berteriak ...JAN DI..! Lalu dia berlari ke kolam dan mulai menyelam.
Jun Pyo meraih Jan Di yang pingsan dan membawanya ke permukaan. Dengan panik menerapkan CPR dan saat Jan Di sadar dia bertanya : Sekarang kau ingat ? Jun Pyo meminta maaf dan memeluknya. Jan Di meminta Jun Pyo memanggil namanya lagi dan dia lega. Yoo Mi berjalan pergi.
Kemudian semua kembali normal, Jun Pyo membujuk Jan Di untuk menghadiri wisuda sekolah. Jan Di menolak. Jun Pyo mengajak Jan Di kencan dan seperti yang dulu ada suara motor yang keras jadi ada sebagian pesan yang hilang. Jun Pyo berkata : kalau sampai terlambat, kau benar2 mati.
Jan Di tidak berniat datang ke wisuda, tapi tiba2 sebuah limousine mendekat(kiriman Jun Pyo) dan beberapa orang meminta Jan Di masuk dan mengantarnya ke pesta perpisahan. Di pesta, Jan Di berdansa dengan Woo Bin, Yi Jung, dan kemudian Ji Hoo. Jan Di : Aku seperti Alice in Wonderland, apakah dia tahu dia bagaikan solaris bagiku. Dia benar2 kiriman dari Surga. Aku tidak mungkin dapat melupakannya. Kau adalah soulmateku, Ji Hoo sunbae terima kasih. Saat Jun Pyo tidak muncul, F3 heran. Jan di ingat dan segera ke menara Namsan.
Jun Pyo sudah menunggu di sana. Bukankah aku sudah bilang kau akan mati kalau terlambat ? Tapi Jun Pyo tidak marah, dia menjentikkan jarinya dan lampu2 menyala di menara Namsan. Kalian F4 benar2 pintar berbuat seperti ini kata Jan Di kagum. Jun Pyo bilang ini cuma hal kecil.
Jun Pyo mengajak Jan Di ke mobil gantung dan Jan Di menunjuk ke arah tulisan Jun Pyo di dinding mobil. Ini benar2 memalukan, aku tidak dapat menikah sekarang karena ini. Jun Pyo tidak merasa ada masalah. Kalau begitu menikah saja denganku. Jun Pyo dengan bangga berkata kepada yang lain : Sekarang kau tidak dapat menikah (maksudnya Jan Di tdk mungkin menikah karena sudah bermalam dg Jun Pyo di cable car) Jun Pyo serius : Ayo kita menikah. Aku akan ke Amerika, kau ikutlah denganku. Aku akan mencoba memimpin ShinHwa, kalau tidak berhasil aku yang akan menutupnya dengan tanganku sendiri.
Jan Di tidak dapat menerimanya begitu saja. Saat aku ke Macau, aku pergi karena keinginanku sendiri. Seperti dirimu, aku juga mempunyai impianku dan keinginanku sendiri. Aku juga harus mengejar mimpiku. Jadi pergi dan kembalilah. Saat kau kembali sebagai pria sejati, aku akan mempertimbangkan lamaranmu. Itu bukan penolakan, mereka menjadi lebih santai dan Jun Pyo berkata : Hei, kau yakin..kalau kau kehilangan diriku kau akan menyesal. Jan Di menjawab : Kau yang akan menyesal kalau kehilangan diriku. Jun Pyo mengakuinya : Benar, aku pasti akan menyesal sampai mati. Kemudian mereka berciuman.
Then..Four Years Later
Ga Eul berjalan ke tempat kerjanya dan melihat tayangan TV di jalan. Ternyata Gu Jun Pyo sedang diinterview oleh TV Korea karena prestasinya sebagai Manager Direktur ShinHwa. Jun Pyo berhasil menjadi headline majalah financial. Reporter mulai bertanya masalah pribadi, apakah Jun Pyo tidak kesepian. Jun Pyo bertanya apakah ini masalah cinta ? Reporter sempat terkejut dengan keterbukaan Jun Pyo. Kata Jun Pyo : Tentu saja aku pernah merasa kesepian tapi karena janji yang kubuat dengan seseorang aku bisa bertahan.
Mama Kang (akhirnya aku memanggilnya Mama) melihat dengan perasaan bangga, dia melihat TV dengan suaminya yang sudah mulai sehat.
Jun Hee juga melihat dari kantornya di...ruang Kepala Sekolah ShinHwa. Wow..
Yi Jung pulang dari luar negeri dan langsung menuju ke sebuah TK. Ternyata itu tempat kerja Ga Eul yang baru. Dia tersenyum melihat Ga Eul mengajar anak2 TK membuat tembikar. Yi Jung : Kau masih saja menekan tanganmu dengan keras. Ga Eul terkejut sekaligus senang Yi Jung datang. Seorang anak bertanya : Paman, apakah Paman baru datang dari luar negeri? Dari Swedia ya ? Yi Jung heran bagaimana anak itu bisa mengetahuinya. saat Yi Jung mengiyakan, anak lain langsung berkata : Ah..Paman ini pacar Ibu Guru yang langsung membuat Ga Eul menutup mulut anak itu. Yi Jung benar2 menikmati moment yang menyenangkan ini.
Seseorang masuk ke ruang praktek Dokter Yoon dan mengambil stetoskop di meja Dokter Yoon. Pagi itu Jan Di berlari mengejar bus tour. Ternyata Jan Di berhasil menjadi mahasiswa Kedokteran. Saat di bus, seniornya memarahinya karena selalu terlambat dan membuat masalah. Jan Di minta maaf dan duduk di bangku paling belakang. Seseorang tidur di sampingnya, tiba2 orang itu berkata : Kau dapat masalah lagi ya? Saat orang itu membuka topi, ternyata dia Yoon Ji Hoo.
Ji Hoo dan Jan Di masuk Kedokteran ShinHwa, Ji Hoo sudah di tahun terakhir dan cukup sukses tapi seperti biasa Jan Di agak mengkhawatirkan. Mereka pergi untuk field trip pengobatan gratis. Ji Hoo bertanya tentang kuliah Jan Di yang dijawab dengan penuh keluh kesah.
Kata Jan Di : Aku tidak dapat meminta kakak untuk membantuku karena kakak sudah mau lulus. Kata Ji Hoo : Kalau aku harus mengulang lagi untuk membantumu, aku mau. (Ha..masih usaha juga Ji Hoo ini he..he)
Tapi percakapan mereka terganggu oleh deru helikopter yang keras yang membuat debu beterbangan. Tiba-tiba : Hei..orang biasa.! Apa kau mendengarku..hei Geum Jan Di .. Ternyata Gu Jun Pyo, dia berteriak dengan loud speaker dan menyuruh Jan Di menemuinya di pantai.
Saat Jan Di tiba di pantai, dia melihat Jun Pyo berdiri. Awalnya Jan Di ragu-ragu apa kau benar Gu Jun Pyo. Jun Pyo : "Bebek buruk rupa kalau memakai baju putih bisa juga menjadi bangau putih (maksudnya angsa..olok-olok khas Jun Pyo)." Jan Di benar-benar yakin itu Jun Pyo. Kau benar-benar Gu Jun Pyo lalu mendekatinya. Jun Pyo memeluk Jan Di dan berkata : Aku sangat merindukanmu sampai mau mati rasanya. Kemudian Jun Pyo berlutut dan mengeluarkan cincin : Geum Jan Di, menikahlah denganku.
Tentu saja saat itu ada suara2 yang mengganggu mereka : Ji Hoo : "Aku keberatan dengan lamaran itu." Yi Jung : "Aku juga."
Woo Bin : "Aku juga, kalian berdua tidak dapat bersepakat tanpa persetujuan kami."
T A M A T
Boys Before Flower (24)

Ibu Jan di menanyakan apa yang telah terjadi dan tidak dapat dibohongi oleh Jan Di. Akhirnya Jan Di mengaku bahwa dia dan Gu Jun Pyo sudah beakhir. Sudah berakhir. Apa lagi yang dapat kuharapkan ?
Yi Jung menemui Ga Eul dan menanyakan tentang Jan Di. Ga Eul tidak mengetahuinya, sebaliknya Ga Eul bertanya tentang Jun Pyo, Yi jung menjawab : Dia kacau sekali. Saat Yi Jung mulai membicarakan hubungan mereka sendiri, Ga Eul justru berkata : Kau tidak perlu tertekan karena aku. Aku tahu perasaanmu, dan aku tidak akan mencarimu lagi. Yi Jung terlihat agak tidak setuju dengan arah pembicaraan Ga Eul (mungkinkah Yi Jung mulai menyukai Ga Eul..)
Tuan Jung memutuskan memberitahu hal yang sebenarnya kepada Gu Jun Hee. Dia mempertemukan Jun Hee dengan pria yang koma itu yang ternyata adalah..ayahnya. Oh my.. Jun Hee sangat shock dan marah kepada ibunya : Aku bahkan tidak ingin memanggilmu ibu, bagaimana seseorang bisa bertindak begitu jauh. Presdir Kang berkata sebelum pingsan, ayah Jun Hee ingin dia menjaga perusahaan. Harga diriku tidak menginginkan perusahaan hancur. Kata Jun Hee : Harga diri..? Apa kau sedang berkata bahwa kau berkata kepada anak2mu bahwa ayahnya sudah meninggal dan menipu seluruh dunia hanya karena harga dirimu ?
Jun Pyo masuk karena mendengar keributan dan tidak percaya apa yang dia dengar. Jun pyo pergi untuk melihat sendiri dan dia benar2 terpukul dan marah. Bukannya dia tidak mau membantu mengurus ShinHwa, tapi lebih karena perasaan kecewa karena ditipu dan dimanipulasi oleh Ibunya.
Dia melarikan mobil dengan marah dan teringat oleh semua kata2 Jan Di. Ji Hoo duduk sendiri memikirkan Jan Di sambil memandang foto "Pernikahan" mereka dan cincin ibunya yang dia pakai sebagai kalung. Ji Hoo berhalusinasi dia melihat Jan Di tidur di kursi di sampingnya. Ji Hoo tersenyum lega, tapi ketika dia mengulurkan tangan ingin menyentuh Jan Di, dia tersadar Jan Di tidak ada. Ji Hoo tanpa sengaja melihat Jan Di di sebuah berita yang meliput tentang pasar ikan di sebuah pantai dengan Jan Di di latar belakang. Antena Jan Di berfungsi lagi he..he Jun Pyo berubah lebih dingin, dia menolak mengunjungi ayahnya lagi. Ketika ibunya mencoba berbicara padanya (Bicaralah pada ibumu) Jun Pyo berkata : Ibu ? Apakah kau pernah benar2 menjadi ibuku sesaat saja ?
F3 mencoba membujuk Jun Pyo untuk menemui Jan Di karena mereka sudah tahu alamatnya. Tapi Jun Pyo menolak. Ji Hoo meninggalkan secarik kertas (Alamat Jan Di) dan berkata dia pergi, terserah Jun Pyo mau pergi tidak.
Saat Sauna, Woo Bin membujuk Jun Pyo untuk pergi tapi Jun Pyo menolak. Kata Jun Pyo : Aku tidak dapat menjanjikan apapun kepadanya. Aku tidak dapat berjanji untuk selalu membuatnya tertawa atau bahagia atau percaya kepadaku. Menjadi seorang anak dari orang yang begitu kejam, aku bahkan sudah membenci diriku sendiri. Apa yang akan dirasakannya, dia bahkan sudah cukup menderita sekarang.
Woo Bin : "Tapi dia adalah Geum Jan Di, dia mungkin akan berpikir lain."
Jun Pyo : "Itulah mengapa semakin tidak mungkin. Karena dia adalah wanita yang kucintai."
Di desa nelayan, orang tua Jan Di mengalami hal sulit lagi. Ternyata mereka berhutang dengan jaminan bahwa Jan di akan menjadi menantu ShinHwa. Sekarang semua orang tidak percaya kepada mereka dan menagih hutang orang tua Jan Di.
Saat keadaan kacau, Ji Hoo datang dan membereskan hutang mereka. Semua orang terpesona kepada Ji Hoo dan berpikir apakah dia sang pewaris ShinHwa. Seorang pria (mantan CEO ShinHwa yang dipecat dan ditinggal oleh isteri dan anaknya) melihat kejadian itu.
Ji Hoo dan Jan Di berjalan di tepi pantai,Jan di heran bagaimana Ji Hoo bisa menemukannya. Aku mendengar alarm darurat. Jan di merasa tidak enak Ji Hoo sudah membayar semua hutang keluarganya. Ji Hoo berkata : Kau telah memberiku lebih.
Setelah bercakap2 sesaat, Ji Hoo memberikan kalung dengan cincin ibunya. Dia menjelaskan, cincin itu dulu milik neneknya, kemudian menjadi milik ibunya : Aku juga tidak tahu sejak kapan mulainya, tapi aku tidak bisa tanpa kau. Jan di memandang cincin itu, dia mengembalikannya kepada Ji Hoo : Aku kira aku dapat melupakannya ..bahwa aku telah melupakannya..Tapi .. Kemudian Jan Di menarik kalung Jun Pyo yang dikenakannya. Aku tidak dapat..aku tidak dapat membuang Gu Jun Pyo begitu saja.
Jan di meminta maaf. Ji Hoo mengerti dan menarik Jan di ke dalam pelukannya. Ji Hoo menghiburnya dan mengatakan tidak apa2. Jun Pyo lewat dan melihat saat Ji Hoo memeluk Jan Di, tanpa tahu bahwa Jan Di sedang mengaku pada Ji Hoo perasaannya pada Jun Pyo. (Hmm..tipikal Kdrama he..he)
Jun Pyo memutuskan untuk berjalan2 di sekitar lingkungan Jan Di, saat dia melihat mantan CEO ShinHwa. Jun Pyo heran. Pada saat itu dia melihat Ji Hoo dan pria itu tampaknya ingin menabrak Ji Hoo dengan mobil.
Ji Hoo tidak sadar saat akan ditabrak, Jun pyo lari menerjang Ji Hoo. Akibatnya fatal..Ji Hoo terluka tapi Jun Pyo lebih parah karena dia justru yang terkena langsung dan tubuh Jun Pyo terhempas di kaca dan kap mobil. Ji Hoo bagaikan terbang lari mendekati Jun Pyo dan memanggil bantuan.
Di rumah sakit, Jun Hee marah kepada ibunya : Apa sekarang kau puas ? Apa kau tahu apa yang disukai Jun Pyo..apa makanan kesukaannya ? Setelah tahu Jun Pyo sudah ditangani dengan baik, Presdir Kang pergi karena ada rapat. Jun Hee meledak lagi : Siapa yang lebih penting, Jun Pyo atau ShinHwa..?
Presdir Kang berjalan dan saat sendirian dia hampir jatuh. Saat dia duduk di sebuah bangku, Jan Di duduk disampingnya. Kata Jan Di : Jun Pyo menyukai telur gulung, dan bakso ikan di pojangmacha (Kaki lima). Dia bisa menghabiskan 20 tusuk sekali makan. Dia suka menyiapkan bekal makan siang dan pergi piknik. Dia juga suka melihat bintang melalui teleskop yang dihadiahkan oleh orangtuanya.
Presdir Kang tidak mengatakan apapun, saat dia akan pergi Jan di mengatakan : Jangan khawatir, dia pasti tidak apa2. Ternyata Presdir Kang menyuruh sopirnya melewati pedagang kaki lima dan meneteskan air mata.
Ji Hoo teringat kata2 Jun Pyo sebelum pingsan : Kubilang, tidak boleh selain dirimu. Jan di menunggui Jun Pyo dan menangis memohon agar Jun Pyo bangun.
Saat semua kembali ke Seoul, ada kabar gembira..Jun Pyo sadar. Jan Di tentu saja senang, ternyata Jun Pyo tidak mengingatnya. Kata dokter, Jun Pyo menderita selective amnesia yaitu amnesia hanya kepada orang tertentu karena peristiwa yang menyedihkan atau membuat trauma. (dasar Kdrama..aneh he..he selective amnesia )
Jan di terus berusaha mengingatkan Jun Pyo kepadanya. Hal itu sangat mengganggu Jun Pyo. Jun Pyo bahkan berpikir Jan Di adalah pacar Ji Hoo. Di rumah sakit, Jan di berteman dengan Jang Yoo Mi, seorang gadis yang dirawat karena kakinya patah kecelakaan ski. Yoo Mi menolong Jun Pyo karena Jun Pyo tidak ingin dibantu Jan Di. Mereka berdua menjadi dekat. (Sebel..)
F3 berusaha mencari cara agar Jun Pyo kembali mengingat Jan Di. Dari mulai peristiwa ice cream, menempelkan kartu nama di dahi Jun Pyo sampai tendangan berputar ala Geum Jan Di yang sukses membuat Jun Pyo naik pitam dan mengusir Jan Di.
Jun Pyo berteriak pada Ji Hoo, jaga dia jangan mendekatiku. Ji Hoo mencoba menghibur Jan Di. Saat melihat bintang bersama Yoo Mi, Jun Pyo teringat sesuatu - saat di pulau Jeju bersama Jan Di tapi dia tidak ingat wajah Jan Di - Aku kira aku melupakan hal yang penting, tapi aku tidak tahu apa itu. Aku merasa frustrasi.
F3 datang menemui Jun Pyo dan melihatnya bersama Yoo Mi, mereka tidak suka melihatnya. Ji Hoo bertanya : "Apa kau tidak mengingatnya ?"
Jun Pyo : "Apa yang harus kuingat ?" Ji Hoo : "Geum Jan Di, bukan. "
Jun Pyo : "Kau terus saja berkata tentang Geum Jan Di, mengapa aku harus mengingat pacarmu ?" Bahkan Jun Pyo bilang kalau Jan Di tidak cocok jadi pacar Ji Hoo dan Ji Hoo harus cari pacar yang lebih baik lagi.
Dan Ji Hoo pun murka, dia hampir saja memukul Jun Pyo kalau saja tidak dihalangi oleh F2 dan Jan Di. Ji Hoo meminta maaf kepada Jan Di, kata Jan Di : Aku bukan takut kau melukainya, tapi kalau kau memukulnya kau yang lebih terluka. Ji Hoo mengatakan Jan di tidak perlu berlagak berani. Aku bukan berlagak berani, tapi karena kau ada di sini, kau yang memberiku kekuatan."
My Fave Scenes :
Saat Presdir Kang meneteskan air mata, keren ...akhirnya doi punya perasaan juga.
Saat Ji Hoo mengatakan perasaannya pada Jan Di
Saat Jun Pyo menerjang untuk menyelamatkan Ji Hoo, wow...benar2 sahabat sejati.
Boys Before Flower (23)
Jun Pyo dan Jan Di menghabiskan waktu bersama di kebun binatang. Jun Pyo ingin melindungi Jan Di terutama dari ibunya yang kejam. Jan Di tidak ingin dilindungi. Kata Jan Di ; Aku telah menerima banyak, darimu, F4,dan Jae Kyung aku ingin kesamaan, aku akan menghadapi sendiri apa yang harus kuhadapi.
Kemudian anak lelaki kecil yang bersama mereka berbisik kepada Jun Pyo karena ingin buang air, Jun Pyo segera membawanya ke toilet. Lucu sekali. Jun Pyo menggendong anak yang tertidur di bahunya berjalan pulang dengan Jan Di. Kata Jun Pyo : Ini aneh, aku merasa seperti mimpi.
Tuan Jung menelpon Jun Pyo dan memintanya pulang. Jun Pyo enggan tapi harus pulang. Dia menyerahkan anak itu kepada Jan Di dan berjalan pulang.
Yi Jung memeriksa potongan puzzle keramik yang diberikan Eun Jae, tertulis karakter dalam bahasa Mandarin "once in a life time". Ga Eul berlari masuk ke studio terengah2 katanya : Aku menemukannya !
Ga Eul membawa Yi Jung ke atas sebuah bangunan tinggi. Ga Eul menutup mata Yi Jung dan saat membukanya tepat pada saat matahari terbit dan Yi Jung melihat dua papan iklan besar bertuliskan : Aku mencintaimu dan Yi Jung. Ternyata Eun Jae ingin membawa Yi Jung ke tempat ini untuk menyatakan perasaannya. Saat matahari terbit yang dapat diartikan sekali seumur hidup. Menyadari ini, Yi Jung menangis tak terkendali.
Dokter yoon, Ji Hoo, dan Jan Di pergi memancing bersama. Jan Di menyiapkan ikan kukus kesukaan Dokter Yoon. Dokter Yoon memberikan penjelasan kepada Ji Hoo bahwa dia merasa bersalah atas kematian orang tua Ji Hoo dan meninggalkan Ji Hoo karena tidak ingin kehilangan cucunya itu. Tapi hidup sendiri seperti ini membuatnya juga menderita. Dokter Yoon merasa lega dan dia meminta Ji Hoo mengambil alih yayasan seninya dan kliniknya jika dia meninggal kelak. Jan Di mengambil foto Ji Hoo dan Dokter Yoon.
Ga Eul datang ke studio Yi Jung dengan bersemangat karena Yi Jung meneleponnya. Yi Jung kelihatan lebih baik dan mereka menginjak tanah liat bersama. Situasi menjadi mesra dan Yi Jung hampir mencium Ga Eul kalau saja ponsel Ga Eul tidak berdering.
Saat berjalan pulang, Dokter Yoon menerima telepon yang membuatnya jengkel dan jantungnya kambuh. Ji Hoo membeku melihat itu, tapi Jan Di langsung mengambil obat dan meminta Ji Hoo membawa Dokter Yoon ke rumah sakit. Di Rumah Sakit, Jan Di berkata pada Ji Hoo kalau kakeknya tidak ingin Ji Hoo tahu mengenai penyakitnya. Ji Hoo tampak terpukul.
Ternyata Presdir Kang sekali lagi dibalik semua itu. Sambil memandangi foto2 Jan Di bersama Dokter Yoon dan Ji Hoo. Presdir Kang berencana mengambil alih Yayasan seni Dokter Yoon dan ingin menyingkirkan Jan Di dengan mengganggu orang2 yang dicintainya. Untungnya ada yang lebih berarti bagi gadis itu selain uang kata Presdir Kang.
Jun Pyo masuk dan berkata bahwa dia akan berusaha menjalin kembali kerjasama dengan grup JK dan bersedia menerima semua aturan dan larangan ibunya dengan satu syarat : Jangan mengganggu Jan Di. Ibunya setuju asal Jun Pyo ingat janjinya. Jun Pyo masuk ke bekas kamar Jan Di dan membelai baju seragam Jan Di. Nenek masuk dan berkata bagaimana Jun Pyo dapat mengurus ShinHwa jika dia tidak dapat menjaga kekasihnya. Dilahirkan sebagai lelaki tidak otomatis membuatmu pria sejati. Kau harus mengalami semuanya sampai menjadi pria sejati. Jun Pyo sangat berterima kasih dan memeluk Nenek.
Jan di menemukan lukisan yang dibuat Dokter Yoon saat mengemasi bajunya. Dia memberikan pada Ji Hoo yang sangat tersentuh melihatnya. Ga Eul bercerita ternyata Ayahnya yang bekerja di salah satu anak perusahaan ShinHwa telah dipensiun dini. Jan Di sadar ini pasti pekerjaan Presdir Kang.
Jan Di tahu bahwa Ji Hoo dan Dokter Yoon akan menjadi korban berikutnya. Ketika Ji Hoo dan Jan Di berjalan2 di rumah sakit, mereka melihat piano, Ji Hoo memainkan untuk Jan Di. Biarpun Ji Hoo selalu tersenyum, Jan Di tahu ada beban di hati Ji Hoo. Ji Hoo dan Jan Di berjalan di dekat sungai, Ji hoo berkata ada tiga hal yang ingin dilindunginya : Kakek, yayasan, dan...kau. Tapi pada saat bersamaan lampu2 di jembatan menyala dan bunyi air mancur sangat keras sehingga kata2 Ji Hoo yang terakhir tenggelam, Ji Hoo sangat kesal tapi dia hanya menghela nafas.
Jan Di tenggelam dalam pikirannya, Jan Di sangat menyayangi Ji Hoo dan Dokter Yoon. Bagi Jan Di, Ji Hoo adalah sinar mentari untuknya. Jan Di sudah membuat keputusan untuk pergi. Jan Di sudah berpamitan dengan pasiennya yang sedang koma. Ketika Jan Di pergi, tangan pria itu bergerak.
Jan Di kemudian menghadap kepada Presdir Kang. Setelah itu Jan Di memberi salam dengan temannya waktu menjadi pelayan di keluarga Gu. Kemudian Jan Di berteriak memanggil Jun Pyo. Jun Pyo panik melihat Jan di di rumahnya dan berusaha menyembunyikan Jan Di, tapi Jan Di mengajak Jun Pyo kencan berdua.
Mereka berpiknik keluar, main sepeda, dan makan siang (akhirnya Jun Pyo mendapatkan Jun Pyo's rice nya) Jun Pyo bertanya, kenapa kau tidak pernah berkata bahwa kau menyukaiku ? Aku sudah mengatakannya berkali-kali. Jan Di menjawab, aku harus mengatakannya ? Aku menyukaimu, sangat. Sampai aku tidak dapat menghentikannya biarpun kucoba dan aku sangat marah karena tidak dapat melupakanmu biarpun aku ingin. Kemudian Jan Di menarik Jun Pyo dan menciumnya.
Dalam perjalanan pulang, Jun Pyo sangat gembira tetapi Jan Di jadi lebih pendiam. Ternyata dia telah membuat perjanjian dengan Presdir Kang agar jangan mengganggu teman2nya lagi sebagai gantinya dia akan pergi meninggalkan Jun Pyo. Kencan ini adalah kencan perpisahan Jan Di dengan Jun Pyo.
Jan Di meminta Jun Pyo berhenti dan mengeluarkan koper. Jun Pyo bertanya apa ada kejutan lagi. Jan Di berkata mereka berbeda dan dia akan pergi. Jun Pyo kaget. Saat bus datang, Jan Di bersiap pergi. Jun Pyo bertanya, selain sebagai pewaris Shinhwa apakah kau pernah menganggapku sebagai seorang pria ? Jan Di menjawab : Tidak.
Kemudian dia pergi meninggalkan Jun Pyo yang berteriak memanggilnya dan menangis. Jan Di juga menangis di dalam bus. Jan Di sampai di pesisir pantai tempat orangtuanya bekerja. Orang tua Jan Di terlibat hutang lagi. Setelah kepergian Jan Di, F2 khawatir atas perubahan Jun Pyo dan Ji Hoo yang sangat drastis. Kalau Ji Hoo tenggelam dalam pekerjaannya, Jun pyo justru mabuk2an tak terkendali di bar. Saat Jun pyo pulang dalam keadaan mabuk, dia melewati mesin boneka di jalan. Dia teringat waktu kencan dengan Jan Di dia gagal mendapatkan boneka untuk Jan Di. Dia mencobanya lagi dan tetap saja gagal. Dia menjadi marah dan merusak mesin. Akhirnya Jun pyo ditangkap polisi dan dimasukkan penjara. Sampai Jun Hee datang melihatnya dalam sel dengan pandangan mata kosong.
Kemudian anak lelaki kecil yang bersama mereka berbisik kepada Jun Pyo karena ingin buang air, Jun Pyo segera membawanya ke toilet. Lucu sekali. Jun Pyo menggendong anak yang tertidur di bahunya berjalan pulang dengan Jan Di. Kata Jun Pyo : Ini aneh, aku merasa seperti mimpi.
Tuan Jung menelpon Jun Pyo dan memintanya pulang. Jun Pyo enggan tapi harus pulang. Dia menyerahkan anak itu kepada Jan Di dan berjalan pulang.
Yi Jung memeriksa potongan puzzle keramik yang diberikan Eun Jae, tertulis karakter dalam bahasa Mandarin "once in a life time". Ga Eul berlari masuk ke studio terengah2 katanya : Aku menemukannya !
Ga Eul membawa Yi Jung ke atas sebuah bangunan tinggi. Ga Eul menutup mata Yi Jung dan saat membukanya tepat pada saat matahari terbit dan Yi Jung melihat dua papan iklan besar bertuliskan : Aku mencintaimu dan Yi Jung. Ternyata Eun Jae ingin membawa Yi Jung ke tempat ini untuk menyatakan perasaannya. Saat matahari terbit yang dapat diartikan sekali seumur hidup. Menyadari ini, Yi Jung menangis tak terkendali.
Dokter yoon, Ji Hoo, dan Jan Di pergi memancing bersama. Jan Di menyiapkan ikan kukus kesukaan Dokter Yoon. Dokter Yoon memberikan penjelasan kepada Ji Hoo bahwa dia merasa bersalah atas kematian orang tua Ji Hoo dan meninggalkan Ji Hoo karena tidak ingin kehilangan cucunya itu. Tapi hidup sendiri seperti ini membuatnya juga menderita. Dokter Yoon merasa lega dan dia meminta Ji Hoo mengambil alih yayasan seninya dan kliniknya jika dia meninggal kelak. Jan Di mengambil foto Ji Hoo dan Dokter Yoon.
Ga Eul datang ke studio Yi Jung dengan bersemangat karena Yi Jung meneleponnya. Yi Jung kelihatan lebih baik dan mereka menginjak tanah liat bersama. Situasi menjadi mesra dan Yi Jung hampir mencium Ga Eul kalau saja ponsel Ga Eul tidak berdering.
Saat berjalan pulang, Dokter Yoon menerima telepon yang membuatnya jengkel dan jantungnya kambuh. Ji Hoo membeku melihat itu, tapi Jan Di langsung mengambil obat dan meminta Ji Hoo membawa Dokter Yoon ke rumah sakit. Di Rumah Sakit, Jan Di berkata pada Ji Hoo kalau kakeknya tidak ingin Ji Hoo tahu mengenai penyakitnya. Ji Hoo tampak terpukul.
Ternyata Presdir Kang sekali lagi dibalik semua itu. Sambil memandangi foto2 Jan Di bersama Dokter Yoon dan Ji Hoo. Presdir Kang berencana mengambil alih Yayasan seni Dokter Yoon dan ingin menyingkirkan Jan Di dengan mengganggu orang2 yang dicintainya. Untungnya ada yang lebih berarti bagi gadis itu selain uang kata Presdir Kang.
Jun Pyo masuk dan berkata bahwa dia akan berusaha menjalin kembali kerjasama dengan grup JK dan bersedia menerima semua aturan dan larangan ibunya dengan satu syarat : Jangan mengganggu Jan Di. Ibunya setuju asal Jun Pyo ingat janjinya. Jun Pyo masuk ke bekas kamar Jan Di dan membelai baju seragam Jan Di. Nenek masuk dan berkata bagaimana Jun Pyo dapat mengurus ShinHwa jika dia tidak dapat menjaga kekasihnya. Dilahirkan sebagai lelaki tidak otomatis membuatmu pria sejati. Kau harus mengalami semuanya sampai menjadi pria sejati. Jun Pyo sangat berterima kasih dan memeluk Nenek.
Jan di menemukan lukisan yang dibuat Dokter Yoon saat mengemasi bajunya. Dia memberikan pada Ji Hoo yang sangat tersentuh melihatnya. Ga Eul bercerita ternyata Ayahnya yang bekerja di salah satu anak perusahaan ShinHwa telah dipensiun dini. Jan Di sadar ini pasti pekerjaan Presdir Kang.
Jan Di tahu bahwa Ji Hoo dan Dokter Yoon akan menjadi korban berikutnya. Ketika Ji Hoo dan Jan Di berjalan2 di rumah sakit, mereka melihat piano, Ji Hoo memainkan untuk Jan Di. Biarpun Ji Hoo selalu tersenyum, Jan Di tahu ada beban di hati Ji Hoo. Ji Hoo dan Jan Di berjalan di dekat sungai, Ji hoo berkata ada tiga hal yang ingin dilindunginya : Kakek, yayasan, dan...kau. Tapi pada saat bersamaan lampu2 di jembatan menyala dan bunyi air mancur sangat keras sehingga kata2 Ji Hoo yang terakhir tenggelam, Ji Hoo sangat kesal tapi dia hanya menghela nafas.
Jan Di tenggelam dalam pikirannya, Jan Di sangat menyayangi Ji Hoo dan Dokter Yoon. Bagi Jan Di, Ji Hoo adalah sinar mentari untuknya. Jan Di sudah membuat keputusan untuk pergi. Jan Di sudah berpamitan dengan pasiennya yang sedang koma. Ketika Jan Di pergi, tangan pria itu bergerak.
Jan Di kemudian menghadap kepada Presdir Kang. Setelah itu Jan Di memberi salam dengan temannya waktu menjadi pelayan di keluarga Gu. Kemudian Jan Di berteriak memanggil Jun Pyo. Jun Pyo panik melihat Jan di di rumahnya dan berusaha menyembunyikan Jan Di, tapi Jan Di mengajak Jun Pyo kencan berdua.
Mereka berpiknik keluar, main sepeda, dan makan siang (akhirnya Jun Pyo mendapatkan Jun Pyo's rice nya) Jun Pyo bertanya, kenapa kau tidak pernah berkata bahwa kau menyukaiku ? Aku sudah mengatakannya berkali-kali. Jan Di menjawab, aku harus mengatakannya ? Aku menyukaimu, sangat. Sampai aku tidak dapat menghentikannya biarpun kucoba dan aku sangat marah karena tidak dapat melupakanmu biarpun aku ingin. Kemudian Jan Di menarik Jun Pyo dan menciumnya.
Dalam perjalanan pulang, Jun Pyo sangat gembira tetapi Jan Di jadi lebih pendiam. Ternyata dia telah membuat perjanjian dengan Presdir Kang agar jangan mengganggu teman2nya lagi sebagai gantinya dia akan pergi meninggalkan Jun Pyo. Kencan ini adalah kencan perpisahan Jan Di dengan Jun Pyo.
Jan Di meminta Jun Pyo berhenti dan mengeluarkan koper. Jun Pyo bertanya apa ada kejutan lagi. Jan Di berkata mereka berbeda dan dia akan pergi. Jun Pyo kaget. Saat bus datang, Jan Di bersiap pergi. Jun Pyo bertanya, selain sebagai pewaris Shinhwa apakah kau pernah menganggapku sebagai seorang pria ? Jan Di menjawab : Tidak.
Kemudian dia pergi meninggalkan Jun Pyo yang berteriak memanggilnya dan menangis. Jan Di juga menangis di dalam bus. Jan Di sampai di pesisir pantai tempat orangtuanya bekerja. Orang tua Jan Di terlibat hutang lagi. Setelah kepergian Jan Di, F2 khawatir atas perubahan Jun Pyo dan Ji Hoo yang sangat drastis. Kalau Ji Hoo tenggelam dalam pekerjaannya, Jun pyo justru mabuk2an tak terkendali di bar. Saat Jun pyo pulang dalam keadaan mabuk, dia melewati mesin boneka di jalan. Dia teringat waktu kencan dengan Jan Di dia gagal mendapatkan boneka untuk Jan Di. Dia mencobanya lagi dan tetap saja gagal. Dia menjadi marah dan merusak mesin. Akhirnya Jun pyo ditangkap polisi dan dimasukkan penjara. Sampai Jun Hee datang melihatnya dalam sel dengan pandangan mata kosong.
Langganan:
Postingan (Atom)
